UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Tuan Rumah MUNAS III Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi, Delegasi Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta Hadir Perkuat Jejaring Akademik
UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Tuan Rumah MUNAS III Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi, Delegasi Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta Hadir Perkuat Jejaring Akademik

Pekalongan, Berita FU Online – Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berpartisipasi dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) III Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi yang diselenggarakan di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada 22–24 Juli 2026. Kegiatan yang mengusung tema “1 Dekade Konsorsium: Reaktualisasi Keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi dalam Merespons Transformasi Sosial dan Krisis Mental Global” ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi akademik, pengembangan keilmuan tasawuf, serta kontribusinya dalam menjawab tantangan kesehatan mental dan perubahan sosial di tingkat nasional maupun internasional.

Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diwakili oleh Prof. Dr. Hasani, M.A. dan Dr. Hj. Yuminah R., M.A.Si. sebagai delegasi dalam forum yang dihadiri oleh perwakilan UIN, IAIN, dan STAIN dari berbagai daerah di Indonesia. Turut hadir pula Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan beserta jajaran pimpinan universitas, serta delegasi dari Yayasan Ma'rifat Sedunia (YAMAS) Malaysia.

Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu (22/7) dengan pembukaan resmi MUNAS dan Pelatihan yang diawali pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. Tri Astutik Haryati, M.Ag., yang menekankan pentingnya penguatan kajian tasawuf dalam menjawab persoalan masyarakat modern. Selanjutnya, Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., secara resmi membuka penyelenggaraan MUNAS X Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi.

Memasuki hari kedua, peserta mengikuti seminar yang menghadirkan narasumber dari Yayasan Ma'rifat Sedunia Malaysia serta praktisi dan terapis tasawuf. Diskusi berlangsung dinamis dengan membahas pengembangan pendekatan psikoterapi berbasis spiritual sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan kesehatan mental di era transformasi sosial.

Agenda MUNAS kemudian dilanjutkan dengan sidang organisasi yang menghasilkan kepengurusan baru Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi periode 2026–2030 melalui mekanisme pemilihan secara demokratis. Hasil sidang menetapkan Prof. Dr. Drs. H. R. Wijaya, M.Si., Ph.D. dari UIN Raden Fatah Palembang sebagai Ketua Konsorsium. Sementara itu, Prof. Dr. Hasani, M.A. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dipercaya sebagai Wakil Ketua I, dan Dr. Ahmad Zain Sarnoto, M.Pd.I., M.A. dari PTIQ Jakarta terpilih sebagai Wakil Ketua II.

Masih pada hari yang sama, peserta mengikuti International Conference on Sufism and Psychotherapy yang menghadirkan enam narasumber dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Imam Bonjol Padang, dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Konferensi internasional tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai reaktualisasi keilmuan tasawuf dan psikoterapi dalam menghadapi krisis mental global serta perubahan sosial yang semakin kompleks.

Sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual dan budaya, seluruh peserta kemudian mengikuti wisata religi dengan berziarah ke Makam Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Al-Atthas (Makam Sapuro) di Pekalongan. Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan Gala Dinner yang berlangsung di kawasan Batang–Pekalongan sebagai ajang mempererat silaturahmi dan jejaring antaranggota konsorsium.

Pada hari terakhir, peserta mengikuti kegiatan ekoteologi berupa penanaman pohon di lingkungan kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, dilanjutkan city tour sebelum seluruh rangkaian MUNAS resmi ditutup.

Penyelenggaraan MUNAS X di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan memiliki makna simbolik yang kuat. Sosok K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) selama ini dikenal sebagai representasi Islam yang inklusif, humanis, dan mampu menghadirkan nilai-nilai spiritual dalam ruang publik. Semangat tersebut sejalan dengan visi Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi yang mendorong agar tasawuf tidak hanya berkembang sebagai kajian akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan, khususnya di bidang kesehatan mental, pendidikan, dan pembangunan sosial.

Keikutsertaan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam forum nasional ini menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk terus memperkuat jejaring akademik, meningkatkan kolaborasi antarperguruan tinggi, serta mengembangkan kajian tasawuf dan psikoterapi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Delegasi Fakultas Ushuluddin juga berkontribusi aktif dalam pembahasan arah pengembangan konsorsium sekaligus memperkuat peran UIN Jakarta dalam pengembangan keilmuan Islam yang moderat, transformatif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

(Yuminah/Humas FU)

Untitled design (97)

WhatsApp Image 2026-07-26 at 09.52.18

WhatsApp Image 2026-07-25 at 18.46.40

WhatsApp Image 2026-07-25 at 18.46.41