Seminar Nasional Fakultas Ushuluddin Bahas Agama, Etika, dan Krisis Perdamaian Global
Jakarta, Berita FU Online - Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Tentang Perang di Sekitar Kita: Agama, Etika, dan Krisis Perdamaian Global” pada Selasa, 19 Mei 2026, di Ruang Teater Lantai 4 Fakultas Ushuluddin. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.30 WIB ini menghadirkan akademisi, tokoh agama, serta pegiat dialog lintas iman untuk mendiskusikan berbagai persoalan konflik global dan peran agama dalam membangun perdamaian dunia.
Seminar dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Ismatu Ropi, yang menegaskan pentingnya ruang akademik sebagai tempat lahirnya refleksi kritis terhadap persoalan kemanusiaan global. Ia menilai bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan wacana keagamaan yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada perdamaian.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Zaki Firdaus Syahid yang menyoroti meningkatnya konflik dan ketegangan geopolitik dunia saat ini. Ia menekankan bahwa nilai-nilai agama semestinya menjadi sumber kasih sayang, rekonsiliasi, dan penghormatan terhadap martabat manusia, bukan justru menjadi alat pembenaran kekerasan.
Dalam sesi pemaparan materi, Dadi Darmadi menjelaskan bahwa konflik modern tidak hanya berkaitan dengan persoalan politik dan militer, tetapi juga menyangkut identitas, narasi sosial, serta memori kolektif masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran intelektual dan institusi keagamaan dalam membangun pendidikan perdamaian, memperkuat empati sosial, dan menghadirkan suara moral di tengah berbagai bentuk ketidakadilan global.
Sementara itu, Mln. Luthfi Julian Putra memaparkan berbagai refleksi mengenai kondisi dunia yang semakin rentan terhadap konflik berkepanjangan. Ia menyoroti pentingnya keadilan, ukhuwah, dan reformasi moral sebagai fondasi utama perdamaian dunia. Menurutnya, perdamaian yang berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa adanya penghormatan terhadap hak-hak kemanusiaan dan komitmen untuk menghapus standar ganda dalam politik internasional.
Narasumber lainnya, Dr. Zezen Zaenal Mutaqin, mengulas krisis perdamaian global dari perspektif agama, etika, dan struktur politik internasional. Ia menjelaskan bahwa perang saat ini tidak lagi bersifat lokal, melainkan saling terhubung secara global melalui ekonomi, media digital, migrasi, hingga politik identitas. Dalam paparannya, ia juga menekankan pentingnya membangun peacebuilding berbasis nilai-nilai Islam seperti salām (perdamaian), ‘adl (keadilan), dan raḥmah (kasih sayang).
Diskusi seminar berlangsung dinamis dengan dipandu moderator Tri Indah Annisa. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum aktif menyampaikan pertanyaan serta pandangan terkait tantangan perdamaian global, polarisasi identitas, hingga peran akademisi dan tokoh agama dalam merespons konflik internasional.
Melalui seminar ini, Fakultas Ushuluddin berharap dapat memperkuat kesadaran akademik dan moral mengenai pentingnya dialog, keadilan, serta kerja sama lintas agama dan bangsa dalam menciptakan perdamaian dunia yang lebih berkeadilan dan berkeadaban.
(Wasil/Ishma/FU)


