Prof. Hasani Paparkan Pendekatan Integratif Tafsir Al-Qur'an di UIN Gus Dur Pekalongan
Pekalongan – Guru Besar Bidang Tafsir Maqashidi Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Hasani, M.A., menjadi narasumber utama dalam seminar akademik yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan pada Kamis (23/7/2026).
Mengangkat tema "Dari Munasabah menuju Maqashidi: Pendekatan Integratif dalam Kajian Tafsir Al-Qur'an", seminar diikuti oleh dosen, mahasiswa, peneliti, dan pemerhati studi Al-Qur'an dari berbagai perguruan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hasani menguraikan perkembangan metodologi tafsir yang terus bertransformasi untuk menjawab tantangan zaman, salah satunya melalui pendekatan tafsir maqashidi yang menekankan pemahaman terhadap tujuan-tujuan utama (maqāṣid) Al-Qur'an.
Menurutnya, pengembangan tafsir maqashidi tidak mengesampingkan tradisi keilmuan klasik. Kajian munāsabah yang menelaah hubungan antarayat dan antarsurah justru menjadi landasan penting dalam memahami pesan Al-Qur'an secara menyeluruh. Integrasi kedua pendekatan tersebut memungkinkan lahirnya penafsiran yang kokoh secara metodologis sekaligus relevan dengan berbagai persoalan kontemporer.
Dalam paparannya, Prof. Hasani juga menekankan pentingnya kemampuan mufasir untuk membaca Al-Qur'an secara utuh, tidak hanya dari aspek kebahasaan dan historis, tetapi juga dari struktur, kesinambungan tema, serta tujuan universal syariat. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan pemahaman yang lebih kontekstual terhadap isu-isu seperti keadilan sosial, moderasi beragama, hak asasi manusia, pelestarian lingkungan, hingga etika perkembangan teknologi.
Seminar berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Diskusi yang berkembang menunjukkan besarnya perhatian sivitas akademika terhadap pengembangan metodologi tafsir serta peluang riset maqashidi dalam studi Al-Qur'an.
Partisipasi Prof. Hasani sebagai pembicara pada forum akademik ini menjadi salah satu bentuk rekognisi atas kepakaran beliau di bidang Tafsir Maqashidi sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi akademik antara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam pengembangan kajian Al-Qur'an yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada kemaslahatan.
(Humas FU)

