Pra-PBAK FU UIN Jakarta: Tanamkan Kepedulian Lingkungan Lewat Aksi Bersih Kampus
Jakarta, Berita FU Online – Kepedulian terhadap lingkungan diperkenalkan kepada mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui aksi nyata dalam rangkaian Pra-Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (Pra-PBAK). Sekitar 500 mahasiswa baru bersama panitia PBAK terlibat dalam kegiatan membersihkan lingkungan kampus dengan menyusuri sejumlah area dan mengumpulkan sampah yang ditemukan. Jumat (21/8/2026)
Kegiatan ini digagas oleh Panitia PBAK Fakultas Ushuluddin 2026 di bawah kepemimpinan Ahmad Chairul Rasyidin selaku Ketua Pelaksana. Aksi tersebut dirancang sebagai bentuk pengenalan isu ekologis kepada mahasiswa sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung agenda Green Campus UIN Jakarta.
Berbeda dari kegiatan pengenalan mahasiswa yang hanya berorientasi pada penyampaian materi, aksi lingkungan ini mengajak mahasiswa terlibat secara langsung dalam persoalan yang berada di sekitar mereka. Gagasan tersebut sejalan dengan tajuk PBAK Fakultas Ushuluddin 2026, yakni “Menjaga Bumi, Merawat Peradaban Islami.”
Tema tersebut tidak hanya menjadi identitas kegiatan, tetapi diterjemahkan ke dalam aktivitas yang mendorong mahasiswa untuk mengenali persoalan lingkungan sekaligus mengambil bagian dalam penyelesaiannya. Para mahasiswa bersama panitia bergerak di sejumlah titik lingkungan kampus untuk memungut sampah, kemudian mengumpulkannya pada tempat yang telah ditentukan.
Keterlibatan langsung tersebut diharapkan menjadi pengalaman awal bagi mahasiswa bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun melalui tindakan sederhana. Kesadaran ekologis tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan atau kampanye, tetapi juga perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Ketua Pelaksana PBAK Fakultas Ushuluddin 2026, Ahmad Chairul Rasyidin menjelaskan, kegiatan tersebut sengaja dirancang agar pesan yang dibawa dalam PBAK dapat dirasakan melalui pengalaman langsung.
“Kami ingin tema yang kami bawa tidak berhenti sebagai narasi. Ada tindakan sederhana yang bisa dilakukan bersama, dan kami memilih memulainya dari lingkungan kampus. Harapannya, mahasiswa memiliki kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab bersama,” ungkap Rasyid.
Rasyid menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi keterlibatan mahasiswa dalam menjaga lingkungan secara lebih konsisten. Menurutnya, kepedulian ekologis perlu dibangun sebagai kebiasaan, bukan hanya muncul ketika terdapat kegiatan tertentu.
“Harapannya setelah kegiatan ini bukan hanya lingkungan kampus yang menjadi bersih. Kami ingin mahasiswa terus terlibat aktif dan memiliki kepedulian terhadap menjaga lingkungan dalam aktivitas mereka sehari-hari,” imbuhnya.
Bagi Fakultas Ushuluddin, kepedulian terhadap lingkungan juga memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai keislaman. Persoalan lingkungan tidak semata-mata dipandang sebagai urusan kebersihan, tetapi berkaitan dengan tanggung jawab manusia dalam merawat bumi dan menjaga keberlangsungan ruang hidup bersama.
Melalui Pra-PBAK 2026, sekitar 500 mahasiswa baru diajak mengenal nilai tersebut melalui tindakan yang dekat dan sederhana. Aksi membersihkan lingkungan kampus menjadi ruang pembelajaran sekaligus ajakan untuk membangun kepedulian secara kolektif.
Pada akhirnya, menjaga bumi tidak selalu membutuhkan langkah yang besar. Perubahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, dari lingkungan terdekat, dan dari kesediaan setiap orang untuk ikut bertanggung jawab terhadap ruang hidup yang digunakan bersama.
(Arif/Muara)





