PBAK Program Sarjana Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta 2026: Merawat Bumi, Menjaga Peradaban
PBAK Program Sarjana Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta 2026: Merawat Bumi, Menjaga Peradaban

Jakarta, Berita FU Online Sebanyak 500 mahasiswa baru Program Sarjana Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengikuti rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ushuluddin Tahun 2026 pada Jumat–Sabtu, 28–29 Agustus 2026. Mengusung tema “Merawat Bumi, Menjaga Peradaban,” kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pengenalan mahasiswa baru terhadap lingkungan akademik, budaya kemahasiswaan, serta kehidupan di Fakultas Ushuluddin.

PBAK Fakultas Ushuluddin merupakan lanjutan dari rangkaian PBAK Universitas yang telah dilaksanakan pada 26–27 Agustus 2026. Setelah mendapatkan pengenalan lingkungan universitas, mahasiswa baru kemudian diarahkan untuk mengenal lebih dekat Fakultas Ushuluddin, program studi, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai pusat pengembangan akademik dan kegiatan mahasiswa di tingkat fakultas.

Kegiatan diikuti mahasiswa dari lima program studi, yaitu Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Studi Agama-Agama (SAA), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Ilmu Hadis (ILHA), dan Ilmu Tasawuf (IT). Rangkaian kegiatan dipusatkan di lingkungan Gedung Fakultas Ushuluddin.

Mengenal Fakultas dan Membangun Budaya Akademik

Hari pertama PBAK difokuskan pada pengenalan Fakultas Ushuluddin. Rangkaian acara diawali dengan kedatangan dan registrasi mahasiswa baru, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Setelah sambutan Ketua Pelaksana PBAK FU 2026 dan Ketua DEMA Fakultas Ushuluddin, acara dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Ismatu Ropi, M.A., Ph.D.

Mahasiswa kemudian diperkenalkan dengan pimpinan Fakultas Ushuluddin beserta bidang tugas masing-masing. Sesi ini menghadirkan Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, dan Wakil Dekan III. Selain memperkenalkan struktur kepemimpinan fakultas, mahasiswa juga mendapatkan penguatan mengenai kode etik mahasiswa Ushuluddin.

Pengenalan lingkungan akademik juga diperkuat melalui sesi PSGA yang membahas isu-isu terkait lingkungan akademik yang aman dan berkeadilan. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti Bincang Ushuluddin yang menghadirkan H. Wildan Hasan Syadzili, S.M.Ed. dan Bahal Siregar, S.Ag., M.Si. sebagai narasumber.

Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, PBAK juga memperkenalkan berbagai wadah pengembangan diri mahasiswa. Mahasiswa diperkenalkan dengan IKAL-FU, organisasi mahasiswa fakultas, serta berbagai lembaga dan komunitas mahasiswa, di antaranya Ushuluddin Language Center (ULC), Ushuluddin Research Center (URC), Ushuluddin Development Center (UDC), Ushuluddin Kreatif Grup (UKG), dan Mahasiswa Ushuluddin Bersuara (MUARA).

Rangkaian hari pertama ditutup dengan kegiatan mentoring dan pemeriksaan catatan mahasiswa baru sebelum kepulangan peserta secara tertib. Menariknya, kepulangan juga diisi dengan kegiatan “operasi semut”, yaitu mengajak mahasiswa dan panitia bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan kampus dengan memungut sampah. Kegiatan tersebut selaras dengan semangat tema PBAK tahun ini, “Merawat Bumi, Menjaga Peradaban.”

Hari Kedua, Mengenal Lebih Dekat Program Studi

Jika hari pertama diarahkan pada pengenalan Fakultas Ushuluddin secara umum, hari kedua menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat program studi masing-masing melalui kegiatan PBAK Program Studi.

Sesi PBAK Program Studi berlangsung secara paralel sesuai dengan program studi masing-masing. Mahasiswa IAT mengikuti kegiatan di Panggung Utama, mahasiswa Ilmu Hadis (ILHA) di Teater, mahasiswa SAA di Ruang 501–502, mahasiswa AFI di Ruang 503–504, dan mahasiswa IT di Ruang 506.

Pembagian tersebut memberikan ruang yang lebih spesifik bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik keilmuan, lingkungan akademik, serta kehidupan kemahasiswaan di masing-masing program studi.

Setelah sesi program studi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Sharing Session yang menghadirkan Ahmad Fauzi, S.Ag. dan Rabitul Umam, S.Ag., M.A. sebagai narasumber. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Mimbar Bebas, yang memberikan ruang interaksi dan ekspresi bagi mahasiswa baru.

Rangkaian PBAK ditutup dengan sosialisasi program DEMA Fakultas Ushuluddin, pembacaan nominasi, doa penutup, dan kepulangan mahasiswa baru secara tertib.

Menanamkan Kepedulian Sejak Awal

Melalui PBAK Tahun 2026, Fakultas Ushuluddin tidak hanya memperkenalkan sistem akademik dan kehidupan kemahasiswaan kepada mahasiswa baru, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan kehidupan bersama.

Tema “Merawat Bumi, Menjaga Peradaban” menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti pada penguasaan ilmu pengetahuan. Mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk membangun kesadaran, kepedulian, dan kontribusi nyata terhadap lingkungan serta kehidupan sosial.

Dengan berakhirnya rangkaian PBAK Fakultas pada 28–29 Agustus 2026, mahasiswa baru Program Sarjana Fakultas Ushuluddin diharapkan semakin siap memasuki kehidupan akademik dan kemahasiswaan, membangun jejaring, mengembangkan potensi, serta mengambil bagian dalam mewujudkan Ushuluddin yang unggul dan berkontribusi bagi peradaban.

(Humas FU)

WhatsApp Image 2026-09-17 at 10.41.14

WhatsApp Image 2026-09-17 at 10.41.13

WhatsApp Image 2026-09-17 at 10.41.19
WhatsApp Image 2026-09-17 at 10.41.20

WhatsApp Image 2026-09-17 at 10.41.21

WhatsApp Image 2026-09-17 at 10.41.19 (1)