Mengawal Kebijakan Publik, Mahasiswa AFI UIN Jakarta Tinjau Implementasi Program Makan Bergizi Gratis di SDN 01 Rawa Buntu
Tangerang Selatan, Berita FU Online – Mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, melaksanakan survei dan penelitian lapangan mengenai implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 01 Rawa Buntu, Tangerang Selatan, pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas lapangan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang diampu oleh M. Najib Tsauri, S.Th.I., M.Ag.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengkaji pelaksanaan kebijakan publik yang berkaitan dengan pemenuhan hak warga negara, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Tim survei terdiri atas Muhammad Bagus Riadi, Syifa Ihusna, Haritz Amanullah Haqi, Nadia Ernawati, Jafar Shodiq, Ahwaz Adwa Sumantri, dan Malik Tival Hakim.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, wali murid, hingga peserta didik. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di lingkungan sekolah.
Dosen pengampu Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, M. Najib Tsauri, S.Th.I., M.Ag., menegaskan bahwa penelitian lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami implementasi kebijakan publik secara nyata.
“Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga dilatih melakukan observasi, wawancara, analisis data, hingga menyusun rekomendasi berdasarkan temuan di lapangan. Dengan demikian, mereka dapat memahami hubungan antara kebijakan publik dan pemenuhan hak-hak warga negara secara lebih konkret,” ujarnya.
Survei diawali dengan pengamatan langsung terhadap pelaksanaan Program MBG di SDN 01 Rawa Buntu. Mahasiswa meninjau proses distribusi makanan, fasilitas pendukung yang tersedia, serta interaksi antara guru dan siswa selama kegiatan makan bersama berlangsung. Selain itu, wawancara dilakukan untuk menggali informasi mengenai manfaat, tantangan, dan efektivitas program dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan hasil penelitian, Program Makan Bergizi Gratis di SDN 01 Rawa Buntu dilaksanakan secara rutin setiap hari sekolah dengan pendampingan guru sejak awal hingga akhir kegiatan. Makanan yang disediakan oleh mitra resmi pemerintah didistribusikan pada waktu istirahat dan terlebih dahulu diperiksa oleh kepala sekolah untuk memastikan kualitas serta kelayakan konsumsi sebelum diberikan kepada peserta didik.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa hingga saat ini program berjalan lancar tanpa kendala berarti dalam proses pengiriman maupun distribusi makanan. Dari sisi pendidikan, program tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap motivasi dan konsentrasi belajar siswa. Guru-guru mengamati bahwa peserta didik menjadi lebih fokus mengikuti pelajaran, lebih aktif dalam kegiatan kelas, serta tidak mudah merasa lapar maupun mengantuk selama proses pembelajaran berlangsung.
Selain mendukung proses belajar mengajar, Program MBG juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga peserta didik. Sejumlah orang tua mengungkapkan bahwa program tersebut membantu mengurangi pengeluaran harian rumah tangga karena anak-anak memperoleh makanan bergizi secara gratis di sekolah. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, bantuan tersebut menjadi dukungan yang berarti dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
Meskipun demikian, tim peneliti juga menemukan sejumlah catatan evaluatif. Beberapa siswa mengungkapkan bahwa rasa makanan terkadang kurang sesuai dengan selera mereka. Selain itu, terdapat kondisi makanan yang sudah dingin saat diterima serta beberapa jenis menu yang kurang diminati, khususnya oleh siswa kelas rendah.
Berdasarkan temuan tersebut, mahasiswa merekomendasikan adanya evaluasi berkala terhadap kualitas menu, variasi makanan, serta sistem distribusi agar tujuan program dapat tercapai secara lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui kegiatan survei ini, mahasiswa AFI tidak hanya memperoleh pengalaman penelitian lapangan, tetapi juga mengembangkan kemampuan analisis terhadap implementasi kebijakan publik. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai kewarganegaraan serta peran negara dalam memenuhi hak dasar warga negara melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
(Najib/Ishma/FU)


