Grand Final Duta Ushuluddin 2026: Melahirkan Green & Global Islamic Ambassador
Grand Final Duta Ushuluddin 2026: Melahirkan Green & Global Islamic Ambassador

Jakarta, Berita FU Online — Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin sukses menyelenggarakan Grand Final Duta Ushuluddin 2026 pada Selasa (10/6/2026) bertempat di Aula Student Center. Kegiatan yang untuk pertama kalinya dilaksanakan ini mengusung tema “Green & Global Islamic Ambassador” sebagai upaya melahirkan mahasiswa yang unggul secara akademik, berintegritas, berwawasan global, serta mampu menjadi representasi Fakultas Ushuluddin di berbagai ruang pengabdian dan kepemimpinan.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Ushuluddin, Dr. Aktobi Ghozali, M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan dedikasi. Menurutnya, program Duta Ushuluddin menjadi langkah strategis dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan representasi yang baik sebagai wajah Fakultas Ushuluddin di tingkat nasional maupun internasional.

Program Duta Ushuluddin 2026 merupakan wadah kaderisasi mahasiswa yang dirancang untuk mengembangkan kapasitas intelektual, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap isu-isu sosial dan lingkungan dalam perspektif keislaman. Kehadiran program ini juga menjadi implementasi nilai Innovation, Green, dan Humanity yang menjadi arah pengembangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Rangkaian seleksi dimulai sejak beberapa bulan sebelumnya dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Ushuluddin. Setelah melalui proses seleksi administrasi, tes tulis, wawancara, tes pidato (speech), serta penugasan video kampanye, sebanyak 12 finalis berhasil melaju hingga babak Grand Final. Mereka adalah Avita Vina Nadhina (IAT 2024), Azkia Aulia Rahma (IAT 2024), Fadhilla Azikri (SAA 2025), Ismail Hasani (ILHA 2024), Muhammad Fikri Ehsan (IAT 2024), Muhammad Naufal Whisnu (ILHA 2024), Nur Sujannah Munandar (IAT 2024), Qowamuddin (SAA 2025), Rizqi Fadilah (IAT 2025), Shinta Nur Aini (AFI 2024), Syaikhul Alim (ILHA 2024), dan Widya Nurbayanti (IAT 2024).

Sebelum memasuki malam puncak, seluruh finalis mengikuti program pembekalan intensif melalui Ushuluddin Duta Class. Program ini menghadirkan sejumlah dosen dan narasumber yang kompeten di bidangnya, antara lain Ushuluddin Language Centre (ULC) yang memberikan pembekalan bahasa, Latifa Zahra (Demisioner DEMA Fakultas Ushuluddin 2025 sekaligus Professional MC) dengan materi Public Speaking, Egidia Indah Lestari (Duta UIN Jakarta 2025) dengan materi Adab dan Etika Duta, Prof. Kusmana dengan materi Wawasan Ushuluddin, Rahmat Hidayatullah dengan materi Living Ushuluddin, serta Dr. Wiwi Siti Sajaroh dengan materi Epistemologi Ushuluddin dan Sejarahnya.

Melalui rangkaian pembekalan tersebut, para finalis dipersiapkan untuk menjadi representasi Fakultas Ushuluddin yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, etika, kepemimpinan, dan wawasan keilmuan yang kuat.

Pada malam Grand Final, para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka melalui berbagai tahapan penilaian. Dewan juri sesi pertama terdiri dari Dr. Hilmy Firdausi, S.Ag., M.A. dan Latifa Zahra, sedangkan sesi kedua dinilai oleh Dr. Hj. Yuminah R., M.A.Si. dan Dr. Tien Rohmatin, M.A. Penilaian difokuskan pada kemampuan berpikir kritis dan analitis, kedalaman wawasan keislaman dan keilmuan Ushuluddin, relevansi jawaban terhadap isu yang diberikan, sistematika penyampaian, serta kepercayaan diri dan kekuatan argumentasi peserta.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, terpilih empat pasangan terbaik yang berhak melaju ke sesi tanya jawab final, yaitu Avita Vina Nadhina (IAT 2024), Azkia Aulia Rahma (IAT 2024), Ismail Hasani (ILHA 2024), Muhammad Fikri Ehsan (IAT 2024), Muhammad Naufal Whisnu (ILHA 2024), Nur Sujannah Munandar (IAT 2024), Rizqi Fadilah (IAT 2025), dan Syaikhul Alim (ILHA 2024).

Puncak acara ditandai dengan pengumuman para pemenang Duta Ushuluddin 2026. Berdasarkan akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi, dewan juri menetapkan:

Juara 1 (1st Winner)

Syaikhul Alim (ILHA 2024)
Rizqi Fadilah (IAT 2025)

Juara 2 (Runner Up)

Muhammad Fikri Ehsan (IAT 2024)
Nur Sujannah Munandar (IAT 2024)

Penyematan selempang kepada para pemenang dilakukan langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Ismatu Ropi, M.A., Ph.D., didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Lilik Ummi Kaltsum, M.A. Prosesi tersebut menjadi simbol amanah yang akan diemban para duta sebagai representasi resmi Fakultas Ushuluddin selama satu periode ke depan.

Dalam sambutan penutupnya, Dr. Aktobi Ghozali, M.A., Ph.D. menyampaikan harapan agar para Duta Ushuluddin terpilih dapat menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya, aktif mempromosikan nilai-nilai keilmuan Ushuluddin, serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan akademik, sosial, dan kemahasiswaan baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Melalui penyelenggaraan perdana Duta Ushuluddin 2026, DEMA Fakultas Ushuluddin bersama Fakultas Ushuluddin berharap program ini dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan dalam mencetak generasi mahasiswa yang berintegritas, berdaya saing global, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menjawab berbagai tantangan sosial, keagamaan, dan lingkungan di era modern.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin bekerja sama dengan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di bawah kepemimpinan Ketua DEMA Muhammad Zaini Nufus dan Ketua Pelaksana Nurhalimah Putri Sari. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir duta-duta terbaik yang mampu membawa nama baik Fakultas Ushuluddin sekaligus menginspirasi mahasiswa untuk terus berkarya, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

(Halimah/Zahra/Ishma/FU)