Fakultas Ushuluddin Lepas 23 Delegasi Ushuluddin Goes International 2026 ke Thailand
Jakarta, Berita FU Online – Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara resmi melepas 23 mahasiswa delegasi Program Ushuluddin Goes International (UGI) 2026 dalam kegiatan bertajuk Promoting Cultural Peaceful Islam through Education and Cultural Exchange yang diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai 4 Fakultas Ushuluddin, Selasa (30/6).
Program yang akan berlangsung pada 5–20 Juli 2026 di Thailand ini menjadi salah satu upaya Fakultas Ushuluddin dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai duta budaya dan duta perdamaian melalui pendidikan serta pertukaran budaya.
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D.; Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Papay Supriatna, S.S., M.Pd.; Plt. Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc., Eng.; Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Ani Nigeriawati, S.Sos., M.A.; Dekan Fakultas Ushuluddin Prof. Ismatu Ropi, M.A., Ph.D.; para Wakil Dekan; Ketua DEMA Fakultas Ushuluddin; Ketua Panitia; serta sivitas akademika Fakultas Ushuluddin.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Muhammad Zainin Nufus menyampaikan bahwa sebanyak 23 mahasiswa akan mengikuti rangkaian kegiatan akademik, dialog lintas budaya, serta pengabdian masyarakat di Thailand sebagai bagian dari implementasi internasionalisasi Fakultas Ushuluddin.
Menjadi Representasi Indonesia di Tingkat Global

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Ali Munhanif mengajak seluruh delegasi untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai langkah awal membangun pengalaman internasional.
"Program ini bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, tetapi kesempatan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas diri, serta menjadi representasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di tingkat global. Tampilkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi yang baik, dan jadilah inspirasi ketika kembali ke tanah air," pesannya.
Sementara itu, Papay Supriatna mengapresiasi inisiatif Fakultas Ushuluddin yang terus membuka ruang internasional bagi mahasiswa. Menurutnya, program seperti ini sejalan dengan upaya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dalam mendorong peningkatan kapasitas mahasiswa melalui berbagai program pengembangan kemahasiswaan.
Prosesi Pelepasan Delegasi
Momentum pelepasan ditandai dengan pengalungan identitas dan pemakaian rompi delegasi Ushuluddin Goes International 2026 secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa oleh Prof. Ali Munhanif bersama Papay Supriatna.
Prosesi tersebut disaksikan oleh seluruh tamu undangan, pimpinan fakultas, narasumber, panitia, serta para delegasi sebagai simbol amanah yang diemban mahasiswa untuk membawa nama baik Fakultas Ushuluddin, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Indonesia selama mengikuti program di Thailand.


Pembekalan Diplomasi dan Peran Generasi Muda
Usai prosesi pelepasan, kegiatan dilanjutkan dengan Stadium Generale yang menghadirkan dua narasumber dari kementerian.
Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Ani Nigeriawati menyampaikan materi mengenai Diplomasi Publik dan Peran Pemuda. Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti program internasional tidak hanya berstatus sebagai peserta pertukaran, tetapi juga berperan sebagai duta bangsa yang membawa citra Indonesia di mata dunia.
Menurutnya, diplomasi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh akademisi, organisasi masyarakat, media, diaspora, dan generasi muda melalui pendekatan soft power. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memperkenalkan budaya Indonesia, membangun jejaring internasional, serta memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan narasi positif tentang Indonesia.
Sementara itu, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc., Eng., Plt. Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, menyampaikan materi mengenai Peran Generasi Muda sebagai Duta Budaya Indonesia di Tingkat Internasional.
Ia menekankan bahwa generasi muda merupakan aset strategis bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Program pertukaran internasional menjadi media penting untuk membangun diplomasi budaya sekaligus memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang damai, moderat, inklusif, dan rahmatan lil 'alamin kepada masyarakat dunia.
Hendro juga mengajak para mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, membangun jejaring internasional, serta aktif mengikuti berbagai program kepemudaan sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.
Antusiasme Peserta
Rangkaian pembekalan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para delegasi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan para narasumber mengenai diplomasi publik, komunikasi lintas budaya, peluang pengembangan diri, hingga strategi membangun jejaring internasional.
Melalui Program Ushuluddin Goes International 2026, Fakultas Ushuluddin berharap para delegasi mampu menjadi representasi terbaik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Indonesia, sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional serta menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang damai, moderat, dan toleran melalui pendidikan dan pertukaran budaya.
Humas Fakultas Ushuluddin
Go Beyond with Ushuluddin



